Penelitian briket yang dilakukan oleh departemen Riset LSiS akhirnya membuahkan hasil, paper yang dituliskan berdasarkan observasi dan penelitian dari departemen LSiS diundang untuk disajikan pada acara National Youth Scientist Conference di Gedung Andi Hakim Nasution IPB, konferensi yang dibuka dengan orasi ilmiah dari Kemenristek RI kemudian presentasi dari beberapa papper terpilih se-Indonesia telah More »

LSiS mengajar yang merupakan program kerja dari Departemen Community Development dimulai dari awal mei sampai akhir juni, penutupan dari Kegiatan ini akan diadakan sabtu 1 juni 2013 dengan beberapa kegiatan diantaranya, mengajar, nonton video, bermin bersama anak-anak. Tujuan utama dari LSiS mengajar ini adalah menginspirasi anak-anak MI di desa dilingo agar punya cita-cita besar, Dilingo yang merupakan salah satu desa terpencil di antara kabupaten gunung kidul dan bantul sudah sepatutnya menjadi perhatian khusus bagi pemerintah. Kegiatan LM ini LM ini sangat dinikmati bebera More »

Pentingnya akan ketahanan pangan nasional membuat kelompok studi se UGM, BEM kluster agro dan beberapa aliansi dari luar UGM menginisiasi melakukan aksi pangan lokal, aksi yang dilakukan sepanjang jalan malioboro dan diakhiri di di Alun alun utara Keraton ini mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali makanan-makanan khas yang memiliki kandungan karbohidrat, Indoensia sangat ketergantungan akan beras padahal potensi karbohidrat banyak ditemukan di beberapa tumb More »

Pestagama 2013

Pekan Sains Fakultas MIPA Gadjah Mada (Pestagama 2013). Acara berskala nasional dengan diadakannya sub-sub acara: Call for Paper, Seminar Nasional, Silaturahmi Nasional, Pameran Sains dan Kesehatan, Diskusi Ilmiah More »

 

LSiS Dukung Penuh Keikutsertaan Lomba Mewakili FMIPA UGM

Alur Pencairan Dana Delegasi

Alur Pencairan Dana Delegasi

 

Bagi LSiSer’s yang ingin berpartisipasi dalam kompetisi atau agenda lainnya dan membutuhkan dana delegasi, berikut prosedurnya. Dana delegasi merupakan salah satu bentuk dukungan dari FMIPA UGM kepada Lingkar Studi Sains untuk terus berkembang lebih baik lagi.

FAQ bisa dilihat di papan di sekretariat LSiS.

Mau Jadi MC Handal ? Apa Aspek yang Harus Dikuasai ?

Ada yang tahu Muhammad Ibnu Fajri? Atau Dita Ariyanti? Mungkin Azmi Sanjaya Wahyu Murti? Yang agak “sepuh” Mas Rezky Agung Pratomo? Yap, mereka adalah sebagian dari banyak kader LSiS yang telah teruji kemampuannya dalam memimpin banyak acara, atau kerennya sih jadi Master Ceremony (MC). Pasti yang lain juga ingin kan memiliki pengalaman seperti mereka ? Kemarin Divisi Bahasa telah mengadakan PELATIHAN MASTER CEREMONY (MC) yang dipandu langsung oleh MC PALAPA 2013, Ardhani Indra P. pada tanggal 30 April 2014 pkl 15.51 WIB di Sekretariat LSiS. Banyak tips dan trick yang diutarakan oleh narasumber, mulai dari berlatih “Hamming”, penguasaan panggung sampai pengenalan pembicara terlebih dahulu. Kita sama-sama berlatih dari yang pemalu jadi interaktif, dari yang kaku jadi luwes, bahkan dari yang kalem jadi tenar. Lebih lengkapnya, silakan simak liputannya di channel LSiS TV berikut.

[LSiS TV] Wawancara Bersama Ardhani Indra P. (MC PPSMB Palapa 2013)

Pengumuman Anggota Baru LSiS

Bismillahirahmanirahim..

WELCOME!

Dengan bangga, kami menerima kalian sebagai anggota dari keluarga kami di LSiS FMIPA UGM.

Jangan sungkan, jangan malu, anggap saja kami adalah keluarga yang menunggu kalian pulang, untuk berkontribusi dan berjalan beriringan bersama kami demi terwujudnya cita-cita LSiS.

Ayo kawan, bersama-sama kita wujudkan cita-cita. Berpegangan tangan dan saling belajar bersama.

Dengan senyum, kami menyambutmu, Wahai Anggota Baru Keluarga Lingkar Studi Sains FMIPA UGM :-)

Inilah daftar anggotanya, silahkan klik link ini : PENGUMUMAN ANGGOTA BARU LINGKAR STUDI SAINS

 

Kencangkan sabukmu, ambil pena dan bukumu. Kita berjuang bersama, demi terwujudnya cita-cita bersama.

We are very proud to calling all of you as a new family member.

Dapet pelajaran apa aja dari Bandung?

oleh M. Ibnu Fajri, Kepala Departemen Riset 2014, LSiS FMIPA UGM.

 

10645099_364650980351705_4586878987971558928_n

 

Ngapain ke Bandung? Jalan-jalan ya? Iya jalan-jalan, tapi jalan-jalan yang gak sekedar jalan-jalan. Ada beberapa hal yang membuat kami memilih Bandung sebagai destinasi kunjungan kami dari Lingkar Studi Sains (LsiS) FMIPA UGM tahun ini, setelah tahun sebelumnya kami menyambangi kota Malang untuk menyapa rekan-rekan sesama anggota kelompok studi fakultas (KSF) MIPA di Universitas Brawijaya. Pertama, ada KSF MIPA yang baru saja berdiri di Universitas Padjadjaran, untuk selanjutnya kami sapa, kami ajak berbagi, dan kami ajak untuk bergabung di Forum Saintis Muda Nasional (FOSMAN) yang merupakan forum yang menghubungkan seluruh kelompok studi fakultas MIPA yang ada di Indonesia, setelah pada januari 2014  kami kedatangan kunjungan dari Laser-C UII yang juga baru saja berdiri dan langsung kami ajak untuk bergabung dengan FOSMAN. Banyaknya objek wisata dan kekhasan Bandung juga menjadi alasan lain mengapa tahun ini dipilih Bandung sebagai tujuan, mulai dari bahasanya, budayanya, hingga kondisi geografis kota Bandung yang berbukit-bukit semakin menambah minat kami untuk mengunjunginya.

Hari pertama, kami berangkat sekitar pukul 18.30 dari kampus utara fakultas MIPA dengan jumlah peserta 50 orang. Perjalanan menggunakan bis kami tempuh sekitar 12 jam dengan menggunakan bis, cukup lama memang, karena bis sempat bermasalah dengan kelistrikan dan ban, Alhamdulillah, masih bisa sampai Jatinangor dengan selamat. Kedatangan kami yang ngaret dari jadwal karena kendala bis tetap disambut baik oleh Kang Awal, Biologi UNPAD 2011, selaku ketua MIPA Science Club FMIPA UNPAD. Dengan logat khas sundanya, Kang Awal mengarahkan kami ke ruang sidang dekanat FMIPA UNPAD, tempat dilakukannya acara inti. Setibanya disana, keadaan cukup sepi karena kebanyakan anggotanya sedang melaksanakan masa binaan, sejenis rangkaian PPSMB di UNPAD, dimana rangkaian penerimaan mahasiswa baru berjalan sekitar satu bulan dengan jadwal yang cukup padat.

Masuk ke acara inti, masing-masing dari kami mempresentasikan profil lembaga diawali oleh presentasi dari tuan rumah. MIPA Science Club FMIPA UNDIP adalah lembaga semi otonom dibawah kementrian penalaran BEM Kema FMIPA UNPAD, dengan tujuan meningkatkan iklim riset dan penalaran di FMIPA UNPAD. Lembaga ini baru satu tahun berdiri lagi, setelah sebelumnya sempat vakum karena satu dan lain hal. MSC terdiri dari pengurus inti, dan tiga departemen, yaitu RED yang mengurus bagian penelitian dan penalaran, lalu HRD yang mengurus bagian kaderisasi, dan PC & HI yang mengurus bagian publikasi, humas, dan informasi. MSC sejauh ini telah melakukan program kerja berupa diskusi ilmiah, publikasi buletin, dan membantu gerakan 1000 PKM yang dicanangkan oleh UNPAD. A great leap untuk lembaga semi otonom yang baru satu tahun berdiri, salut. Dilanjut dengan presentasi dari LsiS, lembaga yang sudah 10 tahun berdiri ini memiliki lima departemen, enam divisi, dan dua biro yang saling bekerjasama sehingga melahirkan program kerja seperti pekan sains fakultas MIPA gadjah mada (PESTAGAMA), diskusi dan kajian ilmiah, majalah dan buletin, pengabdian masyarakat, penelitian, research camp, dan lain-lain. Selain itu, LsiS adalah inisiator dari Forum Saintis Muda Nasional dan bersama BEM KM FMIPA UGM menjadi inisiator dari ASOSTyN (ASEAN Student Organization of Science and Technology Network). Sesi tanya jawab dimulai, kami saling sharing tentang gerakan PKM, kewirausahaan, hingga hubungan dengan universitas, senang sekali rasanya terlibat dalam forum dua lembaga dengan visi yang sama saling bertukar ilmu untuk kemajuan bersama.

Lanjut, setelah puas berkenalan, foto-foto, dan mengurasi ilmu dari teman-teman MSC FMIPA UNPAD, kami melanjutkan perjalanan ke PTP Nusantara VIII Rancabali. Menakjubkan sekali perjalanan kesana, dari macetnya jalanan kota Bandung hingga menanjak dan berlikunya jalanan Ciwidey, dari suasana belajar kampus UNPAD hingga suasana berlibur Rancaupas, dari bangunan beton di kota bandung hingga kebun teh di Rancabali, semuanya kita nikmati. PTPN VIII rancabali ini memiliki lahan seluas 3000 Ha dengan karyawan sejumlah 3000 orang.

 

Palang depan PTP.  Nusantara VIII Rancabali

 

 

Pabrik yang beroperasi 24 ini memproduksi berbagai jenis teh, dari black tea, green tea, hingga jenis paling mahal, white tea, dengan kualitas dan ukuran yang berbeda-beda pula. Proses pengolahan dari mulai pengumpulan pucuk teh hingga siap jual adalah sebagai berikut :

  1. Pelayuan, gunanya untuk mengurangi kadar air hingga 40-50 %, supaya teh yang dihasilkan tidak berasa bitter, juga untuk melunakkan pucuk daun teh yang akan mempengaruhi hasil gilingan teh yang dihasilkan
  2. Penggilingan dan pengayakan. Proses ini berguna untuk mengecilkan ukuran the dan membaginya dalam tiap bagian ukuran, yang akan mempengaruhi jenis the dan kualitas teh yang dihasilkan
  3. Oksidasi enzimatis. Proses ini berguna untuk mengoksidasi the supaya menjadi hitam dan menghilangkan zat-zat pengotor yang ada dalam the, sehingga the dapat dikonsumsi. Proses ini menggunakan air dan suhu serta kelembapan yang tinggi untuk hasil yang optimal
  4. Pengeringan. Teh yang sudah mengalami proses oksidasi enzimatis dikeringkan hingga kadar air berkisar sekitar 2-5%, kadar air ini menentukan kadaluarsa dari the tersebut. Pengeringan dilakukan dengan mesin yang selanjutnya terhubung ke bagian penyortiran.
  5. Sortasi. Teh dipilah berdasarkan jenis dan ukurannya, sehingga menghasilkan banyak varian the dengan ukuran, jenis, dan kualitas yang berbeda, menghasilkan the dengan peruntukan dan harga yang berbeda pula

Produk yang dihasilkan dari PTPN Rancabali ini banyak, mulai dari the yang dijual curah, the dengan merk WALINI, hingga the khusus untuk istana negara juga diproduksi di pabrik ini. Berbagai sertifikasi telah didapatkan pabrik ini, termasuk ISO 9000 yang menjamin proses produksi, PTPN ini juga telah disertifikasi oleh Sustainable Agriculture Network, sehingga sudah terjamin keberlangsungan lingkungan yang menjadi lahan PTPN VIII. Dari pabrik yang tidak terlalu besar ini ternyata dapat dihasilkan the yang berkualitas internasional, inilah salah satu contoh karya anak bangsa dengan skala industri yang mendunia.

Geser sedikit, kami menyempatkan diri untuk mengunjungi objek wisata Situ Patenggang. Penasaran dengan asal terbentuknya danau ini, saya bertanya ke penduduk sekitar, dan beliau menjawab bahwa asal mulai terbentuknya adalah karena Dewi Rengganis meminta dibuatkan danau oleh Ki Santang, keponakan Prabu Siliwangi. Tidak puas dengan jawaban beliau, saya lanjut bertanya ke salah satu teman dari prodi geofisika, beliau menjawab bahwa apabila dilihat dari batuan penyusun, terdapat banyak batuan beku di sekitar danau, sehingga ada kemungkinan bahwa danau ini terbentuk dari aktivitas vulkanik. “Tau dari mana ini batuan beku?” “bentuknya gak menggumpal kayak batuan sedimen, lurus-lurus, terus kalau dijilat lengket”. Nah ini jawaban yang cukup memuaskan hati saya, seketika berfikir, kalau pariwisata di Indonesia ini mampu menggabungkan antara unsur budaya dengan unsur ilmiah, dengan manajemen yang baik, pasti devisa yang kita dapatkan akan jauh lebih banyak dan Indonesia lebih terkenal di mata dunia. Boleh dicoba.

Pemandangan Situ Patenggang dari atas

Adzan maghrib berkumandang, kami bergegas untuk pulang ke Jogja kembali. Ditengah perjalanan pulang sambil bercanda dan bernyanyi, kami sesekali berdiskusi tentang apa yang kami dapatkan dari perjalanan ini. Pertama, bahwa berkunjung tidak harus dari yang belum berpengalaman ke yang sudah berpengalaman, sangat baik untuk kita membantu, mengajak, dan menginspirasi teman-teman kita yang satu visi untuk berakselerasi menuju arah yang lebih baik. Kesamaan visi juga menjadi perekat persaudaraan yang cukup efektif, baru saja bertemu, kami langsung akrab, karena kita sama-sama berjuang dalam ranah sains dan memiliki kesamaan tujuan. Potensi alam bangsa kita juga sangat besar, baik itu untuk keperluan industri hingga pariwisata, kunjungan ini memotivasi kami untuk terus bekerja dan berinovasi, sehingga sumber daya alam Indonesia yang sudah istimewa dari kuantitas maupun kualitas, dapat kami olah, kemas, dan pasarkan menjadi sesuatu yang bernilai tinggi di mata dunia dan bermanfaat untuk bangsa. Bandung bukan sekedar soal teh, bukan juga sekedar soal teteh-teteh, Bandung kali ini menginspirasi kami untuk senantiasa menjaga tali persaudaraan, peka terhadap potensi bangsa, dan terus berkerja dan berinovasi untuk membuktikan bahwa bangsa ini bukan sekedar bangsa remeh .

 

Kunjungan Ilmiah: MIPA Explore The Spirit of Java

Kunjungan Ilmiah

 

Spirit of Java, begitulah kota ini dikenal oleh khalayak luas. Kota itu tidak lain adalah Kota Surakarta . Dimana pada tanggal 10 dan 11 Mei kemarin, LSiS baru saja melaksanakan Kunjungan Ilmiah (KI) ke kota ini. Kunjungan ilmiah ini merupakan program kerja yang dinaungi oleh Departemen Riset, Jurnalistik Sains, Humas dan Informasi, serta Biro Sainspreneurship.  Tema KI pada tahun ini adalah “MIPA Explore The Spirit of Java” yang mana mengandung arti bahwa Kota yang akrab disebut Solo ini merupakan destinasi utama dari acara ini. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan khasanah budaya Solo lewat media dan industrinya serta destinasi pendukung yang turut memeriahkan KI kali ini.

Dengan semangat pagi yang masih menyala, KI akhirnya dibuka oleh Yunus (Kimia 2013) yang merupakan ketua acara KI 2014 pukul 06:30 WIB. Setelah dibagi menjadi 5 kelompok akhrinya rombongan diberangkatkan dengan destinasi awal yaitu Radio Republik Indonesia (RRI) Solo pukul 07:00 WIB. Selama bis peserta terlihat sangat antusias dan menikmati perjalanan. Hal tersebut terlihat dari kegiatan yang dilakukan peserta selama perjalanan, seperti bernyanyi, bercerita dan pastinya berfoto. Hingga tanpa terasa, rombongan KI telah tiba di RRI pada pukul 09:00 WIB. Kedatangan rombongan ini disambut hangat oleh Staff Penerimaan Kunjungan RRI Solo. Penyambutan ini dilakukan di salah satu ruang pertemuan RRI dan dilanjutkan oleh wejangan berupa materi “Penyampaian Berita Melalui Radio”. Tidak berhenti sampai disitu saja, rombongan juga diperbolehkan untuk berkeliling dan melihat lihat beerapa ruang siaran disana. Bahkan dua orang perwakilan yaitu Virgin (Kimia 2013) dan Dita (Kimia 2012) diberikan kesempatan untuk mempraktekkan secara langsung proses penyiaran berita lewat radio. Dari kunjungan ini, peserta mendapatkan banyak informasi, bukan hanya mengenai  RRI saja, tapi juga bagaimana mengolah serta menyampaikan informasi dengan baik dan benar.

Tidak berhenti sampai RRI saja, rombongan juga berkunjung ke Kampung Batik Laweyan. Tujuan rombongan disini adalah bukan untuk berberlanja batik, tetapi mengetahui kampung batik lebih dalam. Mulai dari bagaimana cara membuat batik dengan berbagai metode, yaitu metode tulis dengan canting, cap dengan cap khusus dan cetak. Disini, rombongan akhirnya mengetahui perbedaan dari batik asli dan batik palsu. Namun selama berkeliling, kami menemukan  pembuangan limbah yang tidak sempurna. Hal ini menggugah peserta untuk memberikan sumbangsih berupa penelitian untuk menyelesaikan permasalahan ini karena dampaknya sangat kompleks pada masyarakat. Kampung Batik Laweyan ini merupakan destinasi terakhir di Kota Solo.

Selanjutnya rombongan bertolak menuju Karangayar tepatnya di Tawangmangu untuk beristirahat di penginapan.  Setelah istirahat sejenak, peserta dibagi menjadi dua kelompok dan diajak untuk mengulas kembali permasalahan yang terdapat di kedua destinasi yang telah dikunjungi.  Dari ulasan yang dibahas, peserta terlihat sangat antusias dalam menyumbangkan idenya untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Di Penginapan, tidak hanya diisi acara yang serius saja tetapi juga acara kekeluargaan seperti bakar jagung dan api unggun. Pada hari kedua, KI diawali dengan senam bersama sebelum akhirnya bertolak menuju Grojogan Sewu untuk mengikuti outbound di sekitar jalur wisata hingga sampai ke air terjunnya.

KI akhirnya ditutup dengan penyampaian kesan pesan dari peserta dan panitia. Menurut Niken AR (Kimia 2013) salah satu peserta, bahwa ia merasa senang dapat mengikuti acara ini dan berkumpul bersama teman-teman, begitupun menurut Andika (Ilmu Komputer 2013). Baginya dengam mengikuti acara ini sangat berkesan karena ia mendapat banyak ilmu dan teman baru. Jadi secara umum Kunjungan Ilmiah tahun 2014 ini telah berjalan dengan lancar. Untuk harapannya, semoga KI 2015 nanti lebih baik lagi dan banyak ilmu yang bisa didapatkan. Tetap semangat LSiS’ers untuk acara kedepannya, karena KI, gak pernah KO !!

Forga: Yuk, Jelajah UGM !

Forga: Yuk, Jelajah UGM !

 

            Pada hari Sabtu tepatya tanggal 26 April silam, LSiS mengadakan forum keluarga atau akrab disebut Forga. Forga kali ini mengangkat tema tentang jelajah UGM dan dibagi menjadi dua sesi acara, yakni pagi dan malam. Berkumpul di hutan biologi, sekitar 50 orang LSiSers tampak penuh semangat dan dibagi menjadi kelompok – kelompok kecil. Mulai dari angkatan 2011 sampai angkatan 2013 semua ada. Total ada sekitar 5 kelompok yang berisikan 5-6 orang.

            Disesi pagi ini, peserta akan berkeliling UGM mulai dari fakultas teknik, PAU, kehutanan, perpustakaan pusat dan berakhir di lembah. Pada tiap posnya berisikan permainan eduatif yang mencerminkan bagia tiap departemen, mulai permainan Bahasa Inggris, catur dan permainan tentang riset.  Di pos terkahir diakhiri dengan makan siang bersama, sharing – sharing, tukar kado dan foto bersama. Sedangkan di malam harinya, ada sesi futsal bersama antara LSiS dengan KMFM bertempat di Golden Goal. Futsa ini sendiri dimulai pukul 20.00 hingga 22.00 WIB. Ada sekitar 15 orang dari tiap timnya yang ikut bermain secara bergantian. Futsal antarorganisasi ini dimaksudkan untuk mempererat tali kekeluargaan baik didalam LSiS sendiri maupun dengan organisasi lain di MIPA.

            Harapannya dengan adanya forga kali ini dapat mengikat kader – kader LSiS agar lebih kompak dan lebih dekat lagi satu sama lain. LSiS, jaya ! Salam KPK !