HARI BUMI SEDUNIA

Oleh: Septiana Nofiyanti   Tahukah kamu apa itu hari bumi sedunia? Hari Bumi Sedunia merupakan hari pengamatan tentang bumi yang diperingati secara internasional setiap tahunnya pada tanggal 22 April. Hari Bumi pada Selengkapnya »

ARTIKEL TENTANG R.A. KARTINI

Apa sih sebenarnya hari Kartini itu? Mengapa harus ada peringatan hari Kartini? Apakah setiap hari Kartini itu hanya sebatas diperingati dengan memakai pakaian kebaya? Peringantan hari Kartini didasari untuk mengingat besarnya jasa Selengkapnya »

HARI KONSUMEN NASIONAL

Tanggal 20 April diperingati sebagai hari Konsumen nasional. Mungkin banyak orang yang tidak mengetahui tentang hal tersebut. Peringatan Hari Konsumen Nasional bertujuan agar semakin banyak pihak yang termotivasi membangun konsumen yang cerdas Selengkapnya »

Hemofilia dan Penurunan Genetisnya

Halo LSiS’ers! Hari ini, 17 April 2016, diperingati sebagai Hari Hemofilia Sedunia. Mungkin teman-teman LSiS’ers sudah pernah mendengar tentang hemophilia sebelumnya. Ya, Hemofilia merupakan gangguan pembekuan darah yang diturunkan secara genetis. Sebelum Selengkapnya »

FORGA (Forum Keluarga) LSIS #1 2016

FORGA LSiS 2016   “Meskipun organisasi memiliki sistem organisasi yang baik,  jika kebersamaan orang-orang didalamnya memudar, maka lambat laun organisasi tersebut juga akan ikut memudar”.   Organisasi adalah dunia kita, tempat kita Selengkapnya »

 

Lingkar Studi Sains FMIPA UGM

Merupakan suatu kelompok studi di FMIPA UGM berbasis riset dan keilmuan

HARI BUMI SEDUNIA

Oleh: Septiana Nofiyanti

 

Tahukah kamu apa itu hari bumi sedunia? Hari Bumi Sedunia merupakan hari pengamatan tentang bumi yang diperingati secara internasional setiap tahunnya pada tanggal 22 April. Hari Bumi pada awalnya bertujuan untuk meningkatkan apresiasi dan kesadaran manusia terhadap planet yang ditinggali oleh manusia saat ini yaitu bumi.Pertama kali dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson, pada tahun 1970.Dia adalah seorang pengajar di bidang disiplin ilmu lingkungan hidup.Tanggal ini sebenarnya bertepatan dengan waktu musim semi di daerah Northern Hemisphere pada belahan Bumi utara dan waktu musim gugur pada belahan Bumi selatan.

Namun terdapat perdebatan tentang kapan tepatnya Hari Bumi.Sebagian besar merayakan Hari Bumi pada 22 April, mengacu pada peristiwa ketika para aktivis mengadakan Hari Bumi pertama pada tanggal yang sama di akhir tahun 1960-an.Namun sebagian yang lain merayakan Hari Bumi pada equinox musim semi, sehingga Hari Bumi akan jatuh pada waktu yang berbeda antara belahan bumi utara dan selatan.

United Nation (UN) atau PBB memperingati hari Bumi sedunia pada tanggal 20 Maret yang merupakan sebuah tradisi dari aktivis perdamaian John McConnell pada tahun 1969.Tanggal tersebut merupakan hari dimana matahari berada tepat di atas khatulistiwa atau dikenal dengan istilah Ekuinoks Maret.Saat ini hari bumi diperingati oleh 175 negara dan secara global telah dikoordinasi oleh Jaringan Hari Bumi atau Earth Day Network.

Di Indonesia, peringatan atau perayaan Hari Bumi sebenarnya belum banyak diketahui oleh kalangan masyarakat. Hal ini berbanding terbalik dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang selalu diperingati setiap tanggal 5 Juni.Pada dasarnya memang tidak terdapat perbedaan antara Hari BumiSedunia dengan Hari Lingkungan Sedunia. Hal yang paling membedakan antara dua hari besar itu adalah sejarahnya saja.

Hari Bumi awalnya diprakarsai oleh masyarakat serta diperingati oleh LSM dan organisasi di bidang pelestarian lingkungan hidup, sedangkan Hari Lingkungan Sedunia diperingati berdasarkan Konferensi UN tentang Lingkungan hidup yang berlangsung pada 5 Juni 1972 di Stockholm.  Tanggal konferensi tersebut kemudian ditetapkan menjadi Hari Lingkungan Hidup Sedunia.Indonesia berpartisipasi dalam konferensi tersebut dan diwakili oleh Prof. Emil Salim yang menjabat sebagai Kepala Bappenas.Hari Lingkungan Hidup Sedunia dianggap lebih resmi dan sering diperingati oleh masyarakat maupun pemerintah di sejumlah negara di dunia.Tujuan dasar dari kedua peringatan hari besar tersebut adalah untuk merangsang kepedulian masyarakat terhadap lingkungan hidup yang semakin hari semakin rusak.

Dengan peringatan hari bumi sedunia ini, mari kita meningkatkan kepedulian kita terhadap bumi kita tercinta dengan suatu aksi nyata. Jangan jadikan hari bumi sedunia ini sekedar ajang berkumpul mencemaskan bumi namun tanpa tindakan nyata menjaga, merawat, dan menyelamatkan bumi.Kelestarian bumi bukanlah tanggungjawab perorangan namun kelestarian bumi menjadi tanggungjawab semua pihak yang hidup di bumi tanpa terkecuali.Oleh karena itu kesadaran akan pentingnya kelestarian bumi perlu ditanamkan pada diri masing-masing individu sedini mungkin dan secara berkesinambungan.

SELAMAT HARI BUMI SEDUNIA

 

Sumber:

http://www.amazine.co/25219/apa-itu-hari-bumi-fakta-sejarah-informasi-lainnya/, diakses pada hari Rabu, 20 April 2016, pukul 20:00 WIB.

http://www.durex.co.id/explore-sex/artikel/kesehatan/hari-bumi-sedunia/, diakses pada hari Rabu, 20 April 2016, pukul 20:00 WIB.

ARTIKEL TENTANG R.A. KARTINI

Apa sih sebenarnya hari Kartini itu? Mengapa harus ada peringatan hari Kartini? Apakah setiap hari Kartini itu hanya sebatas diperingati dengan memakai pakaian kebaya?

Peringantan hari Kartini didasari untuk mengingat besarnya jasa Kartini pada bangsa Indonesia terutama untuk kaum wanita. Pemerintahan Presiden Soekarno, Presiden Pertama Republik Indonesia mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964 yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.

Raden Ajeng Kartini atau yang biasa dikenal sebagai R. A. Kartini merupakan sesosok wanita tangguh yang mendasari adanya emansipasi wanita di Indonesia. Beliau lahir di Jepara, Jawa Tengah pada tanggal 21 April 1879. Kartini yang dari kecil merasa  tidak bebas untuk menentukan pilihannya dan juga merasa diperlakukan berbeda dengan saudara maupun teman-teman prianya karena terlahir sebagai seorang wanita, serta merasa kurang adil dengan kebebasan teman-teman wanitanya yang berada di luar negeri khususnya dengan para wanita Belanda. Hal tersebut menumbuhkan keinginan dan tekad di dalam hati Kartini untuk menjadikan para wanita di Indonesia juga mempunyai persamaan derajat yang sama dengan laki-laki, bahwa setiap wanita juga mempunyai hak untuk memperoleh pendidikan. Demi mewujudkan keinginannya tersebut, Kartini mendirikan sekolah gratis untuk anak gadis di Jepara dan Rembang. Melalui sekolah gratis tersebut  diajarkan pelajaran menjahit, menyulam, memasak, dan sebagainya. Sekolah gratis yang didirikan oleh kartini tersebut kemudian diikuti oleh wanita-wanita lainnya dengan mendirikan ‘Sekolah Kartini’ di berbagai tempat lain, seperti di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, dan Cirebon. Perjuangan dan tekad Kartini untuk menyamakan derajat kaum wanita dengan kaum pria telah membuahkan hasil, yaitu dibuktikan dengan berkembangnya sekolah-sekolah untuk wanita, namun tidak seindah dengan hasil yang telah ia capai, Kartini sakit-sakitan dan wafat setelah melahirkan putra pertamanya yaitu pada usia 25 tahun, tanggal 17 September 1904.

Semasa hidupnya, Kartini sering menulis surat-surat yang ditujukan kepada para sahabatnya di Belanda, yang berisi tentang keinginan Kartini untuk melepaskan kaum wanita di Indonesia dari diskriminasi yang sudah membudaya pada zamannya. Kumpulan surat-surat itu, kemudian dijadikan buku yang berjudul Door Duistermis tox Licht, “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Beberapa kutipan yang berasal dari buku tersebut yaitu:

“Tahukah engkau semboyanku? “Aku mau!” Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata “aku tiada dapat!” melenyapkan rasa berani. Kalimat “aku mau!” membuat kita mudah mendaki puncak gunung.

” Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. kehidupan manusia serupa alam” (Kartini – Habis Gelap Terbitlah Terang)

Berdasarkan kutipan di atas, dalam hidup ini kita harus selalu berpikir positif, menyugesti diri kita bahwa kita mampu untuk mengalahkan rasa susah, berat, dan takut yang berada dalam diri kita, yakin bahwa kita bisa. Setiap hal baik dan hal buruk pada dasarnya semua akan berlalu, di setiap ada kesusahan pasti akan ada kemudahan, maka dari itu jangan menyerah dan jangan berputus asa dalam menggapai cita-cita. Meskipun terkadang akal kita berkata untuk menyerah, namun harapan kita selalu berkata untuk mencobanya lagi.

Dalam rangka memperingati hari Kartini ini, marilah kita teruskan perjuangan dan cita-cita R.A. Kartini dengan cara-cara yang positif, salah satunya dengan mengup-grade diri menjadi pribadi yang berpendidikan dan berkelas baik itu dalam lingkup keseharian ataupun sosial.

Referensi

http://www.goodreads.com/book/show/4526775-habis-gelap-terbitlah-terang#, diakses pada hari Rabu, 20 April 2016, pukul 21:40.

http://www.untukku.com/artikel-untukku/raden-ajeng-kartini-pejuang-kemajuan-wanita-untukku.html, diakses pada hari Rabu, 20 April 2016, pukul 21:31.

HARI KONSUMEN NASIONAL

1461123877927

Tanggal 20 April diperingati sebagai hari Konsumen nasional. Mungkin banyak orang yang tidak mengetahui tentang hal tersebut. Peringatan Hari Konsumen Nasional bertujuan agar semakin banyak pihak yang termotivasi membangun konsumen yang cerdas dan pelaku usaha yang semakin memiliki etika dalam usahanya. Hari Konsumen diharapkan dapat meningkatkan konsumen akan hak dan kewajibannya, dan menempatkan konsumen sebagai subyek penentu kegiatan ekonomi dan menjadi konsumen cerdas yang cinta produk dalam negeri, sehingga mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan yang siap menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mampu bersaing di pasar global.

Hari konsumen Nasional tertera pada Keputusan Presiden Nomor 13 Tahun 2012 dengan mengacu keapada Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Hari Konsumen Nasional ditetapkan pada tanggal 20 April karena mengingat tanggal tersebut merupakan tanggal ditetapkannya Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

Upaya perlindungan konsumen sangat penting adanya. Namun, perlindungan konsumen di Indonesia sendiri masih mejadi permasalahan yang belum terselesaikan. Masih banyak kasus sengketa konsumen yang masih belum tuntas dan juga berbagai permasalahan yang tidak terlaporkan karena konsumen yang tidak mengetahui hak dan kewajibannya. Negara berperan penting dalam hal pemberdayaan konsumen karena pihak konsumen sering menjadi pihak yang lemah yang tidak mampu memperjuangkan kepentingannya. Banyak pelaku usaha yang ingin mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin dengan biaya seminim yang dapat merugikan konsumen, baik langsung maupun tidak langsung.

Tiap tahunnya, pemerintah menyelenggarakan serangkaian acara Peringatan Hari Konsumen nasional. Pada tahun ini, Pemerintah masih menggunakan tema seperti tahun sebelumnya yaitu “Gerakan Konsumen Cerdas, Mandiri dan Cinta Produk Dalam Negeri” dengan sub tema “Konsumen Cerdas Dengan Nasionalisme Tinggi Menggunakan Produk Dalam Negeri”. Rangkaian kegiatan peringatan Harkonas 2016 antara lain terdiri dari Bulan Pengaduan Konsumen selama Februari – April 2016, seminar, lomba karya tulis untuk mahasiswa, wartawan dan blogger serta jalan sehat dan sepeda santai. Puncak peringatan akan dilaksanakan pada Selasa, 26 April 2016 di Lapangan Banteng yang diharapkan akan dibuka oleh Presiden RI, sekaligus mencanangkan Strategi Nasional Perlindungan Konsumen Indonesia. -Annisa’ Qurratu’ Ainiy-

Sumber : www.harkonas.id

Hemofilia dan Penurunan Genetisnya

Halo LSiS’ers!

Hari ini, 17 April 2016, diperingati sebagai Hari Hemofilia Sedunia. Mungkin teman-teman LSiS’ers sudah pernah mendengar tentang hemophilia sebelumnya. Ya, Hemofilia merupakan gangguan pembekuan darah yang diturunkan secara genetis. Sebelum membahas hemophilia lebih lanjut, kita bahas terlebih dahulu pembekuan darah.

Pembekuan darah, yang dalam bahasa medis disebut koagulasi, adalah sebuah proses dalam system peredaran darah untuk menghentikan pendarahan. Koagulasi biasanya terjadi saat penambalan dinding yang rusak akan dilakukan oleh keeping darah, biasanya terjadi setelah luka. Ada beberapa faktor yang membantu proses koagulasi darah, yang sering disebut dengan Faktor Anti Hemofilia (AFH). Gangguan koagulasi yang disebabkan oleh kekurangan faktor AFH inilah yang disebut hemofilia.

Menurut Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia, ada dua jenis hemofilia, yaitu hemofilia A dan hemofilia B. Hemofilia A terjadi jika seseorang kekurangan faktor VIII, sementara hemofilia B terjadi jika seseorang kekurangan faktorIX.

Penurunan Genetis Hemofilia

Seperti yang disebutkan di awal, gangguan hemophilia dapat diturunkan secara genetis, yaitu melalui kromosom kelamin X.Skema di bawah ini menunjukkan beberapa kasus penurunan sifat hemofilia.Capture1

Kasus (a) adalah kasus saat seorang pria yang terkena hemophilia menikah dengan seorang wanita yang tidak terkena hemofilia. Terlihat bahwa jika anak yang lahir berjenis kelamin perempuan, maka ada 100% kemungkinan anak tersebut menjadi karier hemofilia, yaitu pembawa sifat hemofilia. Sedangkan jika anak yang lahir berjenis kelamin laki-laki, maka ada 100% kemungkinan anak tersebut tidak terkena hemofilia.

Kasus (b) adalah kasus saat seorang pria yang tidak terkena hemophilia menikah dengan seorang wanita karier hemofilia. Terlihat bahwa jika anak yang lahir berjenis kelamin perempuan ataupun laki-laki, ada 50% kemungkinan anak tersebut terkena hemofilia (untuk laki-laki) atau 50% kemungkinan anak tersebut menjadi karier hemofilia (untuk perempuan).

Kasus (c) adalah kasus saat seorang pria yang terkena hemophilia menikah dengan seorang wanita karier hemofilia. Terlihat bahwa ada masing-masing 25% kemungkinan anak yang lahir adalah laki-laki yang tidak terkena hemofilia, laki-laki yang terkena hemofilia, perempuan karier hemofilia, dan perempuan yang letal. Yang dimaksud letal di sini adalah anak yang lahir besar kemungkinan akan meninggal sebelum tumbuh besar.

Capture2

Sumber: Sembiring, Langkah, et. al.,2009, Biologi: Kelas XII untuk SMA/MA, Jakarta: Intan Pariwara.

Salah satu contoh penurunan hemofilia yang terjadi dalam sejarah adalah pada zaman Ratu Victoria dari Inggris. Ratu Victoria yang menjadi karier hemophilia menurunkan sifat hemophilia kepada beberapa pangeran Inggris, yang menyebabkan kematian sebagian dari mereka di usia muda karena pendarahan.

Apakah kita menderita hemofilia?

Nah, bagaimana untuk mengetahui kalau kita terkena hemofilia? Menurut dr. Dewi Ema Anindia pada situs klikdokter.com, salah satu ciri-ciri hemofilia yang paling terlihat adalah pendarahan pada sendi-sendi utama (lutut, siku, pergelangantangan / kaki)saat terbentur sesuatu. Pendarahan tersebut juga dapat menyebabkan nyeri dan pembengkakan, sehingga sendi tidak dapat digerakkan. Jika hal tersebut terjadi, usahakan jangan menggerakkan bagian yang mengalami pendarahan tersebut. Selain itu, mengompres dengan kompres es dapat mengurangi rasa nyeri dan mengurangi pembengkakan. -Mu’ammar Musa-

 

Pengabdian Masyarakat? Siapa Takut

Capture

Siapakah kita ? Jawabannya,kita adalah seorang mahasiswa. Lalu apa yang dapat kita lakukan? Banyak hal sederhana yang dapat kita lakukan ,terutama dalam hal pengabdian masyarakat, karena hal ini yang akan menjadi fokus kita kelak saat kita telah lulus dari universitas. Oleh karena itu, Lingkar Studi Sains mengadakan program Sekolah Comdev yang merupakan salah satu rangkaian sekolah LSiS pada bulan Maret ini.

Sekolah Comdev ini berlangsung pada hari Minggu, 20 Maret 2016 dengan pembicara yaitu Abadi Barus yang saat ini menjabat sebagai Head of Dedication of Humanity di Paguyuban Karya Salemba Empat. Pada sekolah comdev ini membahas tentang bagaimana cara kita untuk melakukan pengabdian masyarakat.

Kenapa kita harus ambil bagian dalam hal pengabdian masyarakat ini ? untuk menjawab pertanyaan ini kita harus mengingat landasan dasar dalam hal berbagi,yaitu kebahagiaan terbesar adalah adalah ketika dapat bermanfaat untuk orang lain. Sebelum kita berbicara tentang pengabdian masyarakat ,kita harus terlebih dahulu menanamkan rasa kepedulian kita terhadap lingkungan sekitar kita,karena kepedulian ini yang akan menjadi kunci utama kita melakukan pengabdian kepada masyarakat.

Pengabdian menurut kamus besar bahasa indonesia berarti proses,cara,perbuatan mengabdi atau mengabdikan, ini memperlihatkan pengabdiannya kepada tanah air dan agama. Kita sebagai mahasiswa sudah seharusnya melakukan pengabdian kepada masyarakat ini sebagai wujud implemntasi dari sila ketiga Tri Dharma Perguruan Tinggi yaittu pengabdian masyarakat. Pengabdian kepada masyrakat disini seharusnya menjadi wadah yang sempurna untuk kita mengaplikasikann ilmu yang telah kita dapa di kampus untuk membuat kehidupan masyarakat yang lebih baik.

Pada sekolah comdev ini menjawab  semua keingintahuan kita terkait pengabdian masyarakat. Bagaimana atau cara apa yang dapat kita lakukan untuk turu andil dalam pengabdian masyarkat? Kita dapat memulainya dari hal sederhana seperti membantu adik-adik yang kurang mampu dengan mengajarkan mereka tentang pelajaran yang belum bisa mereka dapatkan, dengan ikut andil dalam pembangunan ekonomi masyarakat,dan turut aktif dalam usaha menjaga kesehatan masyarakat.

Namun, tidak sedikit orang yang masih ragu untuk memulai kegiatan pengabdian masyarakat. Banyak dari mereka takut tidak dapat melakukan pengabdian terhadap masyarakat. Apabila kita melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan didasari strategi yang baik pasti akan berbuah manis untuk segala usaha kita tersebut. Apakah strateginya itu ? Paham akan implementasi dari program yang akan kita lakuan,mempersiapkan segala antisipasi untuk semua keadaan, menyesuaikan program yang akan kita lakukan dengan potensi yang dimiliki desa binaan kita tersebut .

Pada sekolah comdev ini juga kita dituntut untuk berfikir secara kritis tentang permasalahan di Indonesia yang belum ada solusi konkrit nya,yaitu kemiskinan dan minim nya pendidikan penduduk Indonesia. Pada sesi ini kita diminta untuk berdiskusi dengan kelompok kita tentang bagaimana cara yang akan kita lakukan untuk memecahan masalah tersebut sebagai ahasiswa hanya dalam waktu 5 menit, lalu mempresentasikan hasil nya didepan teman-teman yang lain.

Satu kalimat yang saya kutip dari materi yang diberikan oleh pembicara yang mana kalimat ini pembicara kutip dari Einsten yaitu “Dunia ini adalah tempat yang berbahaya untuk didiami, bukan karena orang-orangnya yang jahat,tetapi karena orang-orang nya yang tidak peduli. Oleh karena itu, mulai sekarang kita bersama-sama untuk mengembangkan terus ras peduli kita terhadap lingkungan dan masa depan negara kita. Kalau bukan kita siapa lagi,kalau bukan sekarang kapan lagi.”

~Rir

Perjalanan Pelatsis II

Pagi itu suasana di gedung Departemen Matematika MIPA sekip utara tampak berbeda. Hari Minggu, 13 Maret 2016 lalu yang biasanya sepi tidak ada aktivitas akademik menjadi ramai. Satu per satu anggota LSiS (LSiSers)berdatangan ke ruang K1 gedung Departemen matematika. Mereka adalah anggota 2 dan 3 LSiS dari semua departemen dan biro yang ada di LSiS. Kedatangan mereka untuk mengikuti sekolah LSiS (pelatsis) minggu kedua setelah pelatsis yang pertama pada tanggal 5 Maret 2016. Ada diantara mereka yang baru terlihat di pertemuan kedua, namun tak sedikit pula yang sudah dari pelatsis pertama.

Peserta yang datang pelatsis kedua memang tak sebanding dengan jumlah anggota LSiS. Sebagaimna dituturkan oleh Annisa Qurrata’aini, “Dari awal saya datang bagus sih, tapi sayangnya peminatnya dikit”. Namun hal itu tak berarti sekolah LSiS sepi peminat. Buktinya ada beberapa anggota LSiS yang kebetulan sedang ada acara di Himpunan Mahasiswa Jurusannya pun masih menyempatkan untuk masuk ke ruang K1.

Bangku – bangku kosong di K1 telah ditempati dan sekolah LSiS pun dimulai.Pelatsis kedua dimulai pukul 08.00 WIB. Ada dua materi di pelatsis kedua yaitu penjelasan tentang penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) dan demo debat. Sesi pertama diawali dengan penjelasan cara penulisan KTI oleh Nur Rofika Ayu S, mahasiswa berprestasi Fakultas Biologi. KTI yang dijelaskan lebih spesifik pada jenis KTI gagasan. Satu persatu bagian dari KTI dijabarkan dengan disertai contoh tulisan dari tiap-tiap bagian tersebut. Para LSiSers tampak serius memperhatikan. Mereka mencatat dan mendengarkan penjelasan dari pemateri. Tak jarang pula dari mereka yang bertanya saat diberi kesempatan untuk bertanya.

Acara diselingi dengan istirahat menikmati makanan ringan dan minuman yang disediakan panitia usai sesi pertama. Di sela-sela waktu istirahat, Ilyas membacakan pembagian kelompok debat. Ada delapan kelompok debat yang terdiri dari tiga orang di masing-masing kelompoknya. Piring – piring mulai kosong dan sesi kedua pun dimulai. Ketua LSiS 2015, M. Ibnu Fajri mengawali dengan memberikan gambaran saat debat, dilanjutkan Nisrina Azizah membacakan peraturan debat. Kelompok 1 dan 8 yang maju terlebih dahulu untuk mengawali sesi ini. Mosi yang didebatkan adalah “Pemerintah memberikan subsidi untuk Bahan Bakar Biofuel”. Speaker 1 kelompok pro mendapat kesempatan pertama untuk berargumen, selanjutnya speaker 1 dari kelompok kontra. Begitu seterusnya dari kedua kelompok secara bergantian mengungkapkan argumennya. Setelah speaker terkahir kelompok kontra, dilanjutkan dengan koreksi dari kedua juri, M. Ibnu Fajri dan Nisrina Azizah.

Sesi debat dilanjutkan dengan tiga mosi lain, “dekanat mewajibkan mahasiswa baru mengikuti organisasi”, “sanksi bagi anggota LSiS yang tidak mengikuti pelatsi oleh PSDM”, dan “standarisasi harga makanan di Burjo”. Pelatsis kedua diakhiri dengan pembacaan kelompok SIC 2 oleh Biro PSDM. Selanjutnya peserta pelatsis dua berkumpul dengan kelompok masing – masing di luar ruang K1. (Miya)