Sabtu 25 April 2015 LSiS mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Talk Show di stasiun radio milik pemerintah, RRI Yogyakarta. Talk show ini bertajuk Green Talk yang disiarkan pada saluran PRO 2 RRI 102.5 FM. Green Talk merupakan talk show yang membahas tentang peran generasi muda dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Tujuan dari talk show ini sendiri adalah untuk meningkatkan kesadarna generasi muda akan pentingnya menjaga lingkungan ditengah maraknya perusakan lingkungan saat ini.

 

rri

 

LSiS yang diwakili oleh Arrijaal Habiburahman (Staf Humas dan Informasi LSiS), Ni Made Mega Pratiwi (Ketua Departemen Jurnalistik Sains) dan Ni Putu Dian Puspitha (Staf Ahli Jurnalistik Sains) dalam talk show ini berkesempatan membahas kajian tentang lingkungan yakni Insinerasi. Insinerasi adalah teknik pembakaran sampah dengan suhu yang sangat tinggi yakni sekitar 850-14000C. Insinerasi sendiri merupakan teknik pembakaran sampah yang cukup aman bagi lingkungan. Green Talk yang dipandu oleh penyiar Abi dan Alifaturrohmah ini berlangsung sekitar 60 menit.


                    Disela-sela acara juga dilakukan pemutaran lagu-lagu yang sesuai dengan permintaan atau request dari ketiga narasumber. Selain membahas tentang kajian lingkungan, ketiga wakil LSiS ini juga berkesempatan untuk mengenalkan LSiS kepada masyarakat luas melalui perkenalan berbagai macam departemen yang ada di LSiS dan kegiatan-kegiatan atau program kerja yang dilakukan LSiS.

Sesi terakhir dari Green Talk ini adalah tanya jawab antara narasumber dan pendengar via SMS. Salah satu pendengar bertanya mengenai kegiatan LSiS saat hari Bumi. Kegiatan LSiS pada peringatan hari bumi bekerjasama dengan IFSA (International Forestry Student Association), dimana dalam kegiatan ini dilakukan bakti sosial dan mitigasi bencana di kawasan Gunung Merapi. Green Talk berakhir sekitar pukul 11.00 WIB dan ditutup dengan pemutaran lagu SID yang berjudul Kuat Kita Bersinar. Keikutsertaan LSiS dalam Green Talk ini diharapkan tidak hanya sebagai ajang berbagi mengenai kajian tentang lingkungan, tapi juga dapat mengenalkan LSiS kepada masyarakat luas. Khususnya sesama mahasiswa Sains antar Universitas dalam upaya memperluas jaringan kerjasama LSiS.

-Pus-

Leave a Reply

Your email address will not be published.